CARI DI SINI !

Google

Friday, January 28, 2011

BINA KARAKTER BANGSA


PENGANTAR:

K

ecenderungan dan fenomena sosial yang berkembang akhir-akhir ini memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi dari seluruh masyarakat Indonesia. Kondisi ini mendorong setiap komponen bangsa termasuk warga bangsa yang berada di lingkungan perguruantinggi kembali merenungkan secara mendalam tentang hakikat dan dasar‑dasar fundamental kehidupan bangsa ini. Kita kembali mempertanyakan tentang pola pikir, sikap, dan nilai‑nilai serta pandangan hidup yang kita anut.

Bangsa ini membutuhkan pembentukan karakter dan watak, yaitu :

Pertama, karakter bangsa yang bermoral (religius) Bangsa ini harus sarat dengan nilai‑nilai moral dan etika keagamaan sebagai sebuah pandangan dan praktek.

Kedua, karakter bangsa yang beradab. Baradab dalam arti luas menjadi suatu bangsa yang memiliki karakter berbudaya dan berperikemanusiaan.

Ketiga, karakter bangsa yang bersatu. Didalamnya termasuk menegakkan toleransi. Tidak mungkin kita bersatu tanpa adanya toleransi, harmonis dan bersaudara.

Keempat, karakter bangsa yang berdaya Dalam arti yang luas, berdaya berarti menjadi bangsa yang berpengetahuan (knowledgeble), terampil (skillful), berdaya saing (competitive) secara mental, pemikiran maupun teknis. Daya bukan sekedar dalam arti materi dan mekanik, melainkan dalam makna secara mental, hati dan pikiran kita; yakni state of mind. Kelima, karakter bangsa yang berpartisipasi. Partisipasi amat diperlukan untuk menghapus sikap masa bodoh, mau enaknya saja, dan tidak pernah peduli dengan nasib bangsa. Karakter partisipasi ini ditandai dengan penuh peduli, rasa dan sikap tangggungjawab yang tinggi, serta komitmen yang tumbuh menjadi karakter dan watak bangsa kita.

Dari realitas ini, maka diharapkan segenap komponen bangsa bahu membahu untuk mengambil peran, sesuai dengan jati diri atau perannya sebagai kader bangsa, yakni sebuah peran yang strategis karena fenomena tersebut diatas sangat relevan sekali. Melalu kegiatan Kuliah Kerja Nyata, maka mahasiaswa yang note bene sebagai kader bangsa, mampu mengaplikasinnya.

MENGAPA MAHASISWA HARUS BERPERAN DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER?

U

paya membangun kembali karakter dan pilar bangsa harus disertai dengan upaya membumikan etika, yaitu etika polit1k, etika social, etika militer, maupun etika internasional. Etika politik, etika bisnis, etika sosial, dan etika militer harus kita bangun bersamaan dengan berbagai ikhtiar bangsa dan negara dalam menata dirinya. Sementara itu , dalam etika internasional kita harus lebih banyak berjuang, karena dunia dan sistemnya menampilkan ketidakadilan. Kita melihat adanya kapilatisme global dan system keuangan global yang menghadirkan hukum dan logika yang asing dan kadang terasa tidak adil. Kita ikut berpartisipasi aktif bersama bangsa‑bangsa lainnya dalam membangun etika internasional yang lebih adil dan etis. Negeri ini juga memerlukan konsep keseimbangan. Di tengah kehidupan bangsa yang amat majemuk, plural, dan heterogen, konsep keseimbangan ini semakin penting. Mustahil kehidupan bangsa yang demikian multiragam segalanya menjadi serbaragam, hanya berorientasi pada satu sisi semata. Kita membutuhkan keseimbangan antara hak dan kewajiban; antara kebebasan dan tanggung jawab, dan antara kebebasan dan pranata atau aturan yang berlaku.

lkhtiar untuk menghayati dan mendasarkan pandangan, wawasan, dan pemikiran pada karakter bangsa yang kita anut dan berpegang pada pilar‑pilar kehidupan bangsa akan

melahirkan world view, pandangan dunia dan hati nurani dalam mencermati banyak masalah di sekitar pikiran, sikap, dan lingkungan secara luas. Dengan keras bangsa ini menolak beberapa prinsip hidup yang selama ini mungkin dianggap lumrah oleh sebagian orang namun mungkin juga dipandang tidak adil bagi yang tidak diuntungkan oleh prinsip itu.

Beberapa prinsip yang saya maksud adalah:

  • The wi nner takes all,
  • The survival of the fittest,
  • Unlevel playing field,
  • Free fight liberalism,
  • The end justify the means,
  • fight against,
  • Xenophobia,
  • Friend or Foe, dan
  • Absolutness.

The winner takes all berarti pemenang akan menguasai segalanya. Siapa yang berkuasa dalam sebuah negara, ia menyikat habis siapapun kecuali bagi kepentingan kelompok, kroni, golongan ataupun keluarganya. Tidak pandang bulu, lawan politiknya tidak diberi kesempatan untuk hiclup. Siapapun yang berbeda, apalagi yang dipandang berlawanan dianggap sebagai musuh karenatidak pernah tumbuh kebutuhan untuk saling berbagi. Sebenarnya, kita tidak punya pilihan lain kecuali harus membuka diri dan berkeinginan saling berbagi dengan sesama.

Demikian juga prinsip The survival of the fittest. Pandangan ini merupakan pola kehidupan yang menggunakan hukum rimba bahwa yang kuat pasti menang. Prinsip ini tentu mengandung penindasan dan kezaliman, melemahkan dan memperlemah. Dengan sendirinya, hanya yang kuat yang akan tetap hidup dan berkembang.

Unilevelplaying field juga pandangan yang perlu kita jauhkan. Persaingan tanpa ada unsur kesetaraan tidak akan membuahkan keadilan. Yang ada hanyalah penindasan terhadap yang lemah, atau memperlemah yang lemah. Wilayah permainan yang tidak seimbang, tidak setingkat akan menjadi ajang penindasan. Tidak mungkin kita mempersaingkan antara penguasa besar dan penguasa gurern, penguasa lemah dalam suatu persaingan bisnis, misalnya. Perlu ada lapangan kompetisi yang adil dan sejajar, arus ada kesetaraan.

Absolutness, suatu pikiran dan sikap yang serba mutlak. sagalanya dinilai hitam atau putih. Sikap ini akan menampilkan intoleransi, antidialog dan antikompromi dan sekaligus ketidakramahan pada orang lain. Hanya dirinya ataupun kelompoknya yang paling benar; sedangkan, lainnya salah. Sikap ini harus kita. buang jauh‑jauh. Absolutisme akan melahirkan pemikiran free fight liberalism yang juga amat bertentangan dengan keadilan dan nilai kernanusiaan. Dalarn rinsip tersebut kebebasan adalah demi kebebasan, kebebasan tanpa batas.

The ends justify the means berarti prinsip yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan sebagai pengaruh dari sikap memutlakan segala sesuatu. Di dalamnya juga terkandung semangat Machiavelli. Kita sering terjebak dalarn prinsip To the greates good for to the greates people, sepanjang untuk kebaikan bagi yang terbesar bangsa ini. Maka segala sesuatu bersikap baik, benar, dan halal. Tentu saja pemikiran semacam ini sebaiknya dihindari.

Dalam pergaulan antar sesama dan antar bangsa, sikap absolutisme berpengaruh pada sikap hidup mencari lawan dan musuh. Kita sangat mengecam pandangan dan sikap fight against, hidup mencari musuh. Tindakan yang ada hanyalah menyebarkan semangat permusuhan dan hanya mencari lawan. Yang kita cari hendaknya fight for. tidak kita tidak suka dengan kesenjangan, kemiskinan, dan penindasan. Karenanya kita harus mencari daya untuk menegakkan demokrasi dan keadilan. Hampir senada. dengan itu, prinsip Friend or Foe perlu kita jauhi. la. merupakan cara pandang dan pikiran yang hanya melihat kawan atau lawan, kita atau bukan kita. Dengan sikap ini setiap orang telah menjadi pribadi yang terbelah, tidak utuh lagi. Yang lebih baik adalah kita memilih pernain dengan sparring partner, lebih baik siapa yang menantang. Demikian halnya dengan oposisi yang tetap kita perlukan. Tetapi, masyarakat atau rakyat harus diuntungkan oleh proses "pertandingan" itu. Bukan pertandingan antara pernerintah dan kelompok oposan yang meruaikan dan menvenasarakan rakvat karena semuanva hanya berupaya untuk mengalahkan lawan, semangat saling meniatuhkan.Pandangan dan sikap the might is right mesti kita ubah. The might is right menunjukkan bahwa yang berkuasa. pasti benar. Pandangan ini menjadi bagian dari sikap absolutisme dan otoritarianisme. Amatlah berbahaya jika pandangan ini dimiliki oleh para pernimpin sehingga akan muncul sikap otoriter, diktator, dan dogmatisme. Sebaliknya lebih berbahaya jika sikap ini dimiliki masyarakat yang dipimpin; karena akan muncul sikap taklid, kultus kekuasaan dan fanatisme. Dan kontrol masyarakat lemah, sementara para pemimpinnya terbiasa berjalan tanpa kendali. Karena itu pula kita mengutuk suatu pikiran, sikap dan tindakan yang mengacu pada prinsip, Im the sword, / kill the weak, yang berarti sayaadalah pedang, saya bunuh yang lemnah. Sikap ini jauh dari sikap patriotisme,keramahtamahan, dan utarnanya bertentangan dengan jiwa musyawarah dan kerakyatan Xenophobia yaitu perasaan benci terhadap yang serba asing. Ada penolakan secara ekstrim terhadap hal yang serba baru dan asing. Penyakit inimalah akan mengasingkan para.pengidapnya dari segala hal yang inovatif dan baru yang mungkin lebih maju. Kita perlu mernelihara rasa benci terhadapketidakadilan, berbagai jenis kolonialisme baru,termasuk carnpur tangan yangberlebihan dari negara lain dan dunia luar terhadap kepentingan bangsa. Tetapi, kita tidak perlu mengabaikan segala perubahan dan hal yang baru yang ternyata membawa kemaslahatan.Posisi negara kaitannya dengan masalah penataan ketertiban dan kehidupan hukum perlu dilandasi pernikiran dan pandangan yang lurus dan seimbang. Tidak mungkin kita menerima prinsip etatisme.Etatisme merupakan sentralisasi yang mutlak sehingga negara harus mengatursegalanya. Etatisme jelas akan mernatikan kreativitas dan prakarsa masyarakat. Kita perlu menempatkan secara tepat negaradalarn koridor the commanding hight Hanya masalah makro,ini yang mernang dipandang penting untuk diatur. Segala hal yang bersifat mikro diserahkan pada pasar. Karenanya,masalah penerapan regulasi dan deregulasi harus tepat dan benar. Regulasi dapat diberlakukan untuk ketertiban,melindungi yang lernah, dan derni keadilan, bukan sernata derni hukum. Deregulasi juga dilakukan untuk menghilangkan

(tulisan ini menyontekl pikiran SBY, diunggah karena perlu dan cantik---menurut cargo)

.

Tuesday, January 19, 2010

JANGAN MAU JADI MAHASISWA BIASA!

Buku ini menyikapi kejadian nyata di republik ini, ternyata banyak ditemui mahasiswa yang miskin pergaulan tepatnya "kuper"-kurang pergualan. Seperti kacamata kuda, yang mengantar jalan lurus tidak tengok kanan- tengok kiri. Mahasiwa itu harus multi gaul menurut buku ini, setidaknya kua untuk bermasyarakat di plus-pluskan. Namun harus diingat bahwa over dosis pergaulan juga dapat menghambat ke garis tamat. Alamat jadi mahasiswa Abadi. Buku ini menjual obral konsepsi, atau solusi bagaimana mahasiswa lulus cepat, tapi bermartabat, dan banyak sahabat.

Wednesday, May 27, 2009

GAYA KERJA DALAM PPT [TAYANGAN BARU]


Ingat, selama ini melalui LKMM-Latihan Ketrampilan Manajemen bagi Mahasiswa selalu diputar ulang materi pelatihan "Gaya Kerja". Nampaknya materi ini sudah membatu dan juga belum disentuh inovasi atau barangkali materi ini memiliki nilai durabilitas yang tahan terhadap cuaca kadaluarsa. Cargo ingin membantu para pembina/pemandu untuk menyediakan bahan tayang [Power Point] "Gaya Kerja"[klik !!!]

Tuesday, May 12, 2009

STRATEGI MAHASISWA MENJADI PENGUSAHA

MENUJU ENTREPRENEUR STUDENT
Saatnya Anda merubah nasib, jangan mau jadi mahasiswa miskin dan bokek, cewek takkan melirik.
Dengan Optimisme dan terus belajar kita akan mampu mencapai ciata-cita
BCA- Bambang Cahyono Al jadi, penulis buku ini membakar semnagat para mahasiswa bukan untuk ujuk rasa tapi unjuk kerja. Terpapar dengan gaya memotivasi setengah memprovokasi agar mahasiswa mampu menggerakan elan vitalnya menuju ranah yang paling bermanfaat.
Data buku
JUDUL: Strategi Mahasiswa Menjadi Pengusaha
PENULIS: Bambang Cahyono Al jadi
PENERBIT: Sabda Media Blok III Negstiharjo Wates Kulon Progo Yogyakarta. E-Mail sabdamedia007@yahoo.co.id
CETAKAN: I- Januari 2009
ISBN: 978-157012-1
TEBAL: vii + 121
Yang dibahas buku ini:
Bab I - Entrepreneur Intelegence
Bab II - Ciri Seorang entrepreneur
Bab II- Peluang Usaha
Bab IV - Kiat Mahasiswa Memulai Usaha
Bab V - Mengenal Franchise atau Waralaba
Bab VI- Strtegi Pemasatran
Bab VII- Mendirikan Perusahaan
.......Buku ini banyak mengupas tentang waralaba, dan menurut buku ini waralaba adalah bisnis yang paling dekat dengan karakter usia mahasiswa.

Thursday, April 23, 2009

PIGMALION RAJUTAN KISAH YANG MENGINSPIRASI

Ketika membina mahasiswa, tentunya banyak masalah yang di jumpai terkait dengan persoalan personalitas. Banyak dikalangan mahasiswa yang memiliki problem-problem personal, yang akhirnya menghambat capaian sukses. Pembina dituntut menggali berjuta ide, agar mahasiswa dapat dientas dati problema yang melilitnya. Seorang-orang yang sedang tertimpa masalah, namun mampu meraih sublimasi yang tepat, justru akan melipat gandakan capai suksesw, namun jika salah mencari alternatif, justru akan mengunci hadirnya motivasi yang penuh energi. Atau sebaliknya, sublimasi yang salah bin keliru akan mengundang gelap mata, akibatnya hadir motif negatif.
Rajutan kisah yang terkandung di buku ini semuanya menuju pulau sukses, dan membalikkan sebuah kegagalan ke ranah capaian bahagia.
Seperti yang dicontoh di beberapa halaman buku, yakni sederetan kisah kegagalan, seperti yang dialamai oleh negarawan Amerika Serikat, Abraham Lincoln. Ternyata karena kegigihan dan kemantapan personalitasnya, sampai sekarang ucapan Lincoln tetap menjadi anutan. Bukankah kata "Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat", yang dikenal sebagai terminologi demokrasi itu, adalah karya legendaris Sang Abraham Lincoln.. Dan masih banyak lagi cerita lainnya yang menginspirasi.
Buku ini sangat disarankan untuk pemandu kegiatan kemahasiswaan, disamping untuk pencerahan dan alat motivasi, isi buku ini mampu sebagai "icebreaker atau energizer".
Kebekuan suasana akan lenyap begitu saja, dan berubah menjadi ceria melalui cerita yang bermanfaat.
Ceritera yang ada di buku ini antara lain:
(CERITA PEMBANGKIT BERPIKIR POSITIF)
  • Berpikir Positif Ala Pagmalion
  • Kayun Tua
  • Dua Benih Tanaman
  • Naungan Kasih sayang
(CERITA MENANAMKAN KETANGGUHAN DAN KEBERANIAN)
  • Managgung Derita
  • Menjadi Gelas Atau Enau
  • Kisah Terbentuknya Mutiara
  • Kegigihan Abraham Lincoln
  • Ludwig Van Beethoven
  • Juara Karena Imajinasi
  • Tara Holland, Gadis Pemimpi
  • Buah Penderitaan
  • Burung-Burung Kertas
  • Berkorban Itu Indah
  • Arti Sebuah Momentum
  • Cara Bakrie Ketemu Pak Koes
(CERITERA PENCIPTA KEBIJAKAN)
  • Cawan dan Kopi
  • Harga Cinta Seorang Ibu
  • Kodok Dalam tempurung
  • Ayam dan Nenek
  • Sebutir Pasir
  • Sam Turner Bernasib Sial
  • Di Ujung waktu
  • Saya Tidak tahu
  • Seberapa Dalam Lubuk Hati Anda
Data buku
JUDUL: Pagmalion & Kisah-kisah Inspirasi Lain
PENULIS: Tim Mahardika
PENERBIT: Mahardhika Publishing. Jl. Kaliurang Km 8,5 Yogyakarta
ISBN: 978-979-19436-0-4
TEBAL: 112 halaman. 120 x 190 mm
CETAKAN: I April 2009

Saturday, January 24, 2009

TIM IMPIAN JHON C. MAXWELL

Ingin membngun Tim yang Solid, Organisasi yang utuh, Lembaga yang Tangguh, buku ini menjawabnya. Motivasi-motivasi yang cerdik dikandung buku ini.
Siapa saja yang akan membangun tim terdapat 10 pertanyaan yang harus di jawab, yakni:
Apakah kita saling mempercayai?
Apakah kita saling peduli satu sama lain?
Apakah para anggota tim merasa bebas untuk berkomunikasi secara terbuka?
Apakah kita memahmi tujuan-tujuan tim kita ?
Apakah kita memiliki komitmen terhadap tujuan-tujuan tersebut?
Apakah kita memanfaatkan dengan baik kemampuan masing-masing anggota?
Apakah kita menangani konflik dengan baik?
apakah setiap orang berpartisipasi?
Apakah kita menghormati setiap perbedaan yang muncul?
Apakah kita suka menjadi anggota tim Ini?
... 10 pertanyaan tersebut menggambarkan pada suasana 'sukses Tim' manakala semua pertanyaan terjawab dengan YA.
INDIKATOR KESUKSESAN TIM

Selanjutnya bulku ini memberikan indikator kesuksesan Tim sebagai berikut:

  1. Personil menentukan Potensi Tim
  2. Visi menentukan Arah tim
  3. Etika Kerja menentukan Kesiapan Tim
  4. Kepemipinan menetukan Kesusesan Tim
SINYAL PENEMPATAN
Salah satu hal yang membedakan tim yang kalah dan tim yang menang, adalah bagaimana penemapatkan orang dengan benar. Berikut gambaran yang akan diperoleh kertika kita menempatkan seorang-orang dengan baik
Orang yang salah di tempat yang salah = KEMUDURAN
Orang yang salah di tempat yang benar = FRUSTASI
Orang yang tepat di tempat yang salah = KEBINGUNGAN
Orang yang tepat di tempat yang tepat = KEMAJUAN
Orang-orang yang tepat di tempat yang tepat = MULTIPLIKASI
10 KUNCI MEMBANGUN TIM IMPIAN:
  1. Buat keputusan untuk membangun sebuah Tim
  2. Kumpulkan sebanyak mungkin pemain/orang-orang terbaik
  3. Bayar harga untuk membangun tim seperti "Jer Basuki Mawa Bea"
  4. Lakukan hal-hal bersama sebagai sebuah Tim
  5. Perlengkapi para anggota tim dengan tanggung jawab dan otoritas
  6. Beri pujian untuk keberhasilan tim
  7. Peerhatikan bahwa investasi di tim terbayar lunas
  8. Berhenti menginvestasi sesuatu kepada pemain yang tidak tumbuh
  9. Ciptakan kesempatan baru bagi tim Anda
  10. Berikan tim kesempatan yang terbaik untuk sukses
Data buku
JUDUL: Team Work Makes The Dream Work {judul Asli]---TIM IMPIAN
PENULIS: Jhon C. Maxwell
PENERJEMAH: Hence Hartono
PENERBIT: Mitar Media
TEBAL: iv + 166 halaman: 17,8 cm
ISBN; 979-95663-31-5

Thursday, January 1, 2009

PARADIGMA SUKSES

11 CARA PIKIR ORANG SUKSES
Buku mengidentifikasikan sebelas jenis cara berpikir yang digunakan oleh orang-orang sukses. tentunya yang diharap agar aran ini bisa dijadi patron ketika kita ingin meniti sukses. adapun sebelas cara pikir itu adalah:
  1. Berpikir Sempit atau berpikir Secara Keseluruhan?
  2. Berpikir Terpencar-pencar atau Berpikir Terfokus?
  3. Berpikir Tumpul ata Berpikir Kreatif?
  4. Berpikir Angan-angan atau Berpikir Realistis?
  5. Berpikir Acak atau Berpikir Strategis?
  6. Berpikir Pesimis atau Berpikir Optimis?
  7. Berpikir Menurut Kata Hati atau Berpikir Reflektif?
  8. Berpikir Ikut Arus atau Berpikir Inovatif
  9. Berpikir Sendiri atau Berpikir Bersama?
  10. Berpikir Egois atau Berpikir Tidak Egois
  11. Berpikir Muluk-muluk atau Berpikir Berorientasi Hasil Akhir?
Tampaknya yang tersaji adalah belahan cara pikir, seorang-orang akan menetapkan pada belahan mana. Itulah yang disebut pilihan. Cara pikir tersebut merupakan ketrampilan, atau sebuah piranti dalam mengantisipasi sebuah keadaan. Buku ini juga sarat dengan kata-kata bijak, yakni kata-kata yang berhikmah dalam memotivasi sekaligus membangun sosk pribadi sukses.
Berikut sadapan ringkas kata-kata bijak itu:
Jika membuka diri dengan berpikir optimis, Anda membuka diri untuk mendapatkan banyak kemungkinan
Sang Pahlawan adalah seseorang yang memilki gagasan
[Jack Welch]
99,9% dari semua pegawai tidak berkembang karena mereka tidak mau berpikir
[JackWelch]
Lebih banyak emas ditambang dari pikiran manusia daripada dari bumi ini
[Napoleon Hill]
Orang-orang tidak akan pernah mencapai apa yang tidak mereka kerjakan
[Karen Ford]
Pengharapan yang negatif adalah jalan cepat menuju cara berpikir buntu
Buku mengejawentahkan juga ketrampilan bertindaj dari kata-kata bijak, misalnya
"Pemikiran dan tindakan yang baik tidak akan pernah membuahkan hasil yang baruk, pemikiran dan tindakan yang buruk tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik"
[James Allen]
selanjutnya di tuntaskan dalam kalimat:
  • Cara berpikir yang buruk menghasilkan kemajuan yang begatif
  • Cara berpikir rat-rata tidak menghasilkan kemajuan
  • Cara berpikir yang baik menghasilkan beberapa kemajauan
  • Cara berpikir yang hebat menghasilkan kemajuan yang hebat.
Data buku
JUDUL: Paradigma sukses
PENULIS: Brian Tracy
PENERBIT: Mitra Media
ISBN: 979-95663-8-X
TEBAL:xiv + 166 hlm; 17,3 cm
CETAKAN : 2007