CARI DI SINI !

Google

Saturday, January 24, 2009

TIM IMPIAN JHON C. MAXWELL

Ingin membngun Tim yang Solid, Organisasi yang utuh, Lembaga yang Tangguh, buku ini menjawabnya. Motivasi-motivasi yang cerdik dikandung buku ini.
Siapa saja yang akan membangun tim terdapat 10 pertanyaan yang harus di jawab, yakni:
Apakah kita saling mempercayai?
Apakah kita saling peduli satu sama lain?
Apakah para anggota tim merasa bebas untuk berkomunikasi secara terbuka?
Apakah kita memahmi tujuan-tujuan tim kita ?
Apakah kita memiliki komitmen terhadap tujuan-tujuan tersebut?
Apakah kita memanfaatkan dengan baik kemampuan masing-masing anggota?
Apakah kita menangani konflik dengan baik?
apakah setiap orang berpartisipasi?
Apakah kita menghormati setiap perbedaan yang muncul?
Apakah kita suka menjadi anggota tim Ini?
... 10 pertanyaan tersebut menggambarkan pada suasana 'sukses Tim' manakala semua pertanyaan terjawab dengan YA.
INDIKATOR KESUKSESAN TIM

Selanjutnya bulku ini memberikan indikator kesuksesan Tim sebagai berikut:

  1. Personil menentukan Potensi Tim
  2. Visi menentukan Arah tim
  3. Etika Kerja menentukan Kesiapan Tim
  4. Kepemipinan menetukan Kesusesan Tim
SINYAL PENEMPATAN
Salah satu hal yang membedakan tim yang kalah dan tim yang menang, adalah bagaimana penemapatkan orang dengan benar. Berikut gambaran yang akan diperoleh kertika kita menempatkan seorang-orang dengan baik
Orang yang salah di tempat yang salah = KEMUDURAN
Orang yang salah di tempat yang benar = FRUSTASI
Orang yang tepat di tempat yang salah = KEBINGUNGAN
Orang yang tepat di tempat yang tepat = KEMAJUAN
Orang-orang yang tepat di tempat yang tepat = MULTIPLIKASI
10 KUNCI MEMBANGUN TIM IMPIAN:
  1. Buat keputusan untuk membangun sebuah Tim
  2. Kumpulkan sebanyak mungkin pemain/orang-orang terbaik
  3. Bayar harga untuk membangun tim seperti "Jer Basuki Mawa Bea"
  4. Lakukan hal-hal bersama sebagai sebuah Tim
  5. Perlengkapi para anggota tim dengan tanggung jawab dan otoritas
  6. Beri pujian untuk keberhasilan tim
  7. Peerhatikan bahwa investasi di tim terbayar lunas
  8. Berhenti menginvestasi sesuatu kepada pemain yang tidak tumbuh
  9. Ciptakan kesempatan baru bagi tim Anda
  10. Berikan tim kesempatan yang terbaik untuk sukses
Data buku
JUDUL: Team Work Makes The Dream Work {judul Asli]---TIM IMPIAN
PENULIS: Jhon C. Maxwell
PENERJEMAH: Hence Hartono
PENERBIT: Mitar Media
TEBAL: iv + 166 halaman: 17,8 cm
ISBN; 979-95663-31-5

Thursday, January 1, 2009

PARADIGMA SUKSES

11 CARA PIKIR ORANG SUKSES
Buku mengidentifikasikan sebelas jenis cara berpikir yang digunakan oleh orang-orang sukses. tentunya yang diharap agar aran ini bisa dijadi patron ketika kita ingin meniti sukses. adapun sebelas cara pikir itu adalah:
  1. Berpikir Sempit atau berpikir Secara Keseluruhan?
  2. Berpikir Terpencar-pencar atau Berpikir Terfokus?
  3. Berpikir Tumpul ata Berpikir Kreatif?
  4. Berpikir Angan-angan atau Berpikir Realistis?
  5. Berpikir Acak atau Berpikir Strategis?
  6. Berpikir Pesimis atau Berpikir Optimis?
  7. Berpikir Menurut Kata Hati atau Berpikir Reflektif?
  8. Berpikir Ikut Arus atau Berpikir Inovatif
  9. Berpikir Sendiri atau Berpikir Bersama?
  10. Berpikir Egois atau Berpikir Tidak Egois
  11. Berpikir Muluk-muluk atau Berpikir Berorientasi Hasil Akhir?
Tampaknya yang tersaji adalah belahan cara pikir, seorang-orang akan menetapkan pada belahan mana. Itulah yang disebut pilihan. Cara pikir tersebut merupakan ketrampilan, atau sebuah piranti dalam mengantisipasi sebuah keadaan. Buku ini juga sarat dengan kata-kata bijak, yakni kata-kata yang berhikmah dalam memotivasi sekaligus membangun sosk pribadi sukses.
Berikut sadapan ringkas kata-kata bijak itu:
Jika membuka diri dengan berpikir optimis, Anda membuka diri untuk mendapatkan banyak kemungkinan
Sang Pahlawan adalah seseorang yang memilki gagasan
[Jack Welch]
99,9% dari semua pegawai tidak berkembang karena mereka tidak mau berpikir
[JackWelch]
Lebih banyak emas ditambang dari pikiran manusia daripada dari bumi ini
[Napoleon Hill]
Orang-orang tidak akan pernah mencapai apa yang tidak mereka kerjakan
[Karen Ford]
Pengharapan yang negatif adalah jalan cepat menuju cara berpikir buntu
Buku mengejawentahkan juga ketrampilan bertindaj dari kata-kata bijak, misalnya
"Pemikiran dan tindakan yang baik tidak akan pernah membuahkan hasil yang baruk, pemikiran dan tindakan yang buruk tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik"
[James Allen]
selanjutnya di tuntaskan dalam kalimat:
  • Cara berpikir yang buruk menghasilkan kemajuan yang begatif
  • Cara berpikir rat-rata tidak menghasilkan kemajuan
  • Cara berpikir yang baik menghasilkan beberapa kemajauan
  • Cara berpikir yang hebat menghasilkan kemajuan yang hebat.
Data buku
JUDUL: Paradigma sukses
PENULIS: Brian Tracy
PENERBIT: Mitra Media
ISBN: 979-95663-8-X
TEBAL:xiv + 166 hlm; 17,3 cm
CETAKAN : 2007

Monday, December 29, 2008

MEMBINA MAHASISWA DENGAN 7-UP [Baca: Seven Up]

Tujuh Kata "Up' Untuk sukses

7-up itu lebih tersosialisasi sebagai minuman segara penahan dahaga, namun bagi Ongky Hojanto, diartikan sebagai pengembang sukses seorang-orang. cargo Mahasiswa akan membajak beberapa tulisan Ongky utamanya yang memiliki kisaran untuk membangun pribadi sukses para mahasiswa.
Tujuh kata "up' yang dimaksud adalah:
  1. Wake Up [bangun]: Tidak peduli beberapa banyak kali Anda agagal, tetapi jika Anda lebih banyak bangun dan memulai lagi Anda akan sukses
  2. Dress Up [berhias]: Kecantikan dari dalam jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar sementara. Milikilah mentalitas berkelimpahan, hasil dari suatu harga diri dan rasa aman yang mendalam. Mentalitas ini menghasilkan kesediaan untuk berbagi penghormatan, laba dan tanggung jawab
  3. Shut Up [berhenti bicara]: berhentilah berbicara tentang kesuksesan masa lalu. Sudah saatnya menfokuskan diri untuk kesuksesan masa depan
  4. Stand Up [berdiri]: Berdirilah teguh pada keyakinan awal bahwa Anda pasti berhasil
  5. Look Up [Pandanglah]: Saat peresmian Disney Land, seorang wartawan bertanya kepada isteri Walt Disney, "Bagaimana perasaan bapak kalau melihat impiannya terlah menjadi kenyataan dengan dibukanya Diney Land ini ?" Isteri walt Disney menjawab,"Ia telah melihat ini semua terjadi sebelum proyekl ini terbentuk." Lihatlah semua impian Anda dalam imajinasi Anda seakan-akan semuanya telah terjadi
  6. Reach Up [capailah]: Capailah sesuatu yang lebih tinggi dari prestasi sebelumnya karena itumenandakan bahwa Anda memang bertumbuh
  7. Lift Up [naikkan]: Naikkan semua impianmu dalam bentuk doa ucapan syukur seakan-akan semuanya telah terjadi.

Data Buku

JUDUL: The Secret to be more Succes !- 31 langkah menjadi pemenang
PENULIS: Ongky Hojanto
PENERBIT: Penerbit CV ANDI Offset Jl. Beo- 38-40. Telp. 0274-561881. Yogyakarta 55281
TEBAL: xvi + 208. 13 x 19 Cm
ISBN: 978-979-29-0500-7
sadapan dalam bagian terkecil buku ini

Thursday, November 27, 2008

MEMBANGUN JIWA ENTREPREUNERSHIP DENGAN MENYINGKIRKAN BELENGGU DIRI

Buku ini menginspirasi pembuatan makalah untuk kepentingan Pelatihan Menghadapi Dunia Kerja yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Dan Konsultasi Sumber Daya Manusia dan Alumni [FKK SDM] Universitas Adi Buana Surabaya.
Dari sadapan buku ini lahirah makalah dengan judul. "Membangun jiwa Enterpreuneurship dengan menghilangkan belenggu diri"
Di sampaikan pada :Forum Komunikasi Dan Kunsultasi Sumber Daya Mahasiswa dan Alumni –FKK SDMA--Universitas Adi Buana Surabaya
29 Nopember 2008
PENGANTAR
[Makalah ini terinspirasi dari buku “Menyingkirkan Belenggu Diri—AN.Ubaedy]’
Makalah ini juga diposting pada blog :cargo bina mahasiswa-- http://bina-mahasiswa.blogspot.com/

Ketika kita mengatakan bahwa entrepreneurship itu adalah budaya, maka didalamnya akan mengandung dua nilai ikutan, yakni kemampuan [capability] dan kebiasaan [habits].
Oleh karenanya untuk menjadi seorang entrepreneur maka harus membekali dirinya dengan sebuah kapabilitas yang selanjutnya dilakukan pembiasaan. Kapabilitas itu yamg akan mengidentifikasi jenis peminatan yang ditekuni.
Seorang yang pandai membuat layang-layang, bila secara terus menerus melakukan pembiasaan, maka akan terbangun personalitas atau sosok manusia yang ahli dibidangnya, sekaligus menekuninya. Kegagalan untuk mengapai sosok yang berlabel entrepreneur, lebih banyak disebabkan oleh pola sikap “anti pembiasaan”, kata yang paling popular acapkali disebut dengan perilaku mudah putus asa.
Putus asa itu sangat pribadi sekali, oelah karena itu kadarnya sangat spesifik, karena sangat pribadi itulah, maka solusi menuju ranah entrepreneurship adalah upaya serius untuk menyingkirkan “Belenggu Diri”. Inilah sebuah inspirasi yang harus di kedepankan.

KESADARAN BERTANGGUNG JAWAB
Orang yang memiliki kesadaran bertanggung jawab, hampir dapat dijamin kadar keputusasaannya rendah. Terdapat beberapa butir pernyataan yang mendekatkan kita pada ranah tanggung jawab.
  • Kitalah yang bertanggung jawab atas keyakinan kita
  • Kitalah yang bertanggung jawab atas isi pikiran kita
  • Kitalah yang bertanggung jawab atas tindakan kita

Ketiga butir pernyataan inilah yang yang berikan indikasi pada seorang-orang yang bertanggung jawab.
Stephen Covey, dalam bebarapa temuannya mengidentifikasikan kadar tanggung jawab, menurutnya, seorang-orang dengan kadar tanggung jawab rendah mengkondisikan pola sikap reaktif dan ikut-ikutan. Oleh karenanya mengandalkan pihak luar [eksternal]. Sedang kadar tanggung jawab yang tinggi akan membuat personalitas yang proaktif, ditandai dengan kuatnya niatan, dan kuatanya membangun citra diri. Orang yang menempati ranah pro aktif membutuhkan orang lain, tetapi tidak mengandalkannya.

Ciri Orang Reaktif:

  • Berpikir bahwa dirinya bukan sumber solusi
  • Menempati posisi/peran sebagai korban orang lain
  • Menempati posisi/peran sebagai korban perubahan
  • Tidak memilki tujuan yang jelas
  • Cenderung menolak fakta, lari dari kenyataan, mudah konflik, tidak memilki komitmen dan sangat mudah ingkar janji

Ciri Orang Proaktif:

  • Memiliki tujuan yang jelas dan memilki komitmen untuk memperjuangkan
  • Memiliki nitan dan komitmen yang kuat
  • Menempati posisi/peran sebagai penentu keputusan
  • Mampu mengantisipasi perubahan
  • Mampu menjalin hubungan dengan orang lain secara harmonis dan sling pengertian
  • Menempatkan diri sebagi sumber solusi atas masalahnya, atau masalah orang lain

TRIPLE ENERGY SEORANG ENTREPRENEUR
K
ata dinamika juga berlaku pada diri seorang entrepreneur, bio rhythmic acap kali naik turun. Namun seorang entrepreneur dituntut untuk menjaga level itu, bahkan harus ada upaya memompa. Ada beberapa energy yang harus dipompakan pada seorang entrepreneur, diantarnya adalah:
1. Menaikkan level prestasi
2. Menambah bekal dan Persiapan
3. Menambah tindakan

Menaikkan level:
Jika tahun kemarin kita berkeinginan untuk menjadi seorang staf pada sebuah perusahaan dan tahun ini keinginan itu tercapai maka saatnya bagi kita untuk menaikkan keinginan lagi ke level yang lebih tinggi.
Dalam menaikkan level tersebut, harus dibarengi dengan strategi mengemas tejuan dengan baik. Kemasan itu disebut dengan S-M-A-R-T à banyak orang menyebutnya “Formula SMART” [Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time Scale]

  • Specific: adalah jelas, utuh, dan berbentuk sebuah simpulan tunggal. Jika di metaporakan seperti kita sedang menedang bola dengan sasaran spesifik gawang lawan.
  • Measurable: adalah memiliki ukuran yang berberbentuk padanan fisk agar kita mudah mengukur. Artinya harus lebih oprasional
  • Attainable; adalah memilki kelayakan rasional untuk kita capai. Kalau langkah kita sudah sampai pada anak tangga ke tiga, tentu sangat mask akal kalau kita punya keinginan naik ke anak tangga keempat.
  • Relevant; adalah memiliki tingkat relevansi yang tinggi dengan kondisi diri kita, guna membangkitkan motivasi dalam diri kita
  • Time Scale, adalah memiliki jenjang waktu [tahapan] untuk mencapainya, dan bukan sekaligus.

Menambah bekal Persipan:
Mendongkrak level, haruslah diikuti dengan menambah pengetahuan , pengalaman, dan keahlian. Pengetahuan yang kita butuhkan dapat kita ambil dari berbagai sumber

  1. Teori. Termasuk pendidikan formal, mengkuti seminar, pelatihan
  2. Praktik. Termasuk dalam kategori praktik yang dilakukan diri sendiri, praktik yang dilakukan orang lain
  3. Abstaraksi, melakukan perenungan untuk mendukung teori dan praktik

Menambah Tindakan
Menambah tindakan dimaksudkan upaya mencapai sasaran dengan cara:

  1. Menmbah kunatitas aktivitasà kerja keras
  2. Menggenapkan multi kecerdasanà IQ, EQ dan SQ
  3. Mengganti model aktivitas yang multi varians

Catatan:

Kita menuju ranah :

  1. Be more--- menjadi yang lebih dari yang sekarang
  2. Know more---tambahlah pengetahuan
  3. Do more -- tambahlah tindakan

MELATIH KEHARMONISAN

  1. Meniru watak Air--- kuncinya: mempertahankan esensi, adaptasi
    dan punya dinamika mengalir.
  2. Mengasah kreativitas-- kuncinya “seek first to understand”, jalan untuk bisa dipahami orang lain adalah memahami dulu orang lain
  3. Menghilangkan mentalitas kerdil-- kuncinya punya filsafah hidup memberi daripada meminta, menghilangkan sikap mengumpat di belakang, dan mengkikis sikap mempertentangkan, ganti fight againt ke fight for.
  4. Kematangan ber seni--kuncinya, tidak mengada-ada, tidak membiarkan apa adanya, dan “make the best”
  5. Beradaptasi pada “kavling kosong”-- jika kita berinteraksi dengan orang lain, kita harus mampu menempatkan diri pada “posisi” dan “disposisi”. Memipin-dipimpin atau sama-sama memimpin

Data Buku:

JUDUL: Menyingkirkan Belenggu Diri

PENULIS: AN. Ubaedy

PENEBIT:Khalifa [Pustaka Al-Kautsar Group] Jln. Cipinang Muara Raya No. 63--Jakarta Timur 13420. E-mail : kautsar@centri.net.id.co.id http://www.kautsar.co.id/ISBN: 979-99871-7-2

CETAKAN: I- Pebruari 2006TEBAL: xx + 176 hlm

Monday, November 17, 2008

MEMBINA HUBUNGAN UNTUK MERAIH SUKSES DAN BAHAGIA

90% KEGAGALAN DIKARENAKAN KEGAGALAN MEMBINA HUBUNGAN

Untuk membangun pribadi unggul banyak dibutuhkan kemampuan bagaiman menjalin hubungan dengan orang lain. Kuncinya adalah bagaimana kita menumpuk pemahaman jati diri kita, sekaligus juga memahami orang lain. Ketika modal pemahaman itu kita raih semua, baik diri atau jati diri orang lain, langkah mudah yang harus dimainkan adalah menyesuaikan diri. Untuk memahami kunci-kunci itu, Cargo ini akan menyadap buku buah kreasi Les Giblin, "The Art Of Dealing With People"
Buku ini menuturkan bahwa penyebab 90 % kegagalan dalam kehidupan adalah kegagalan dalam membina hubungan baik dengan orang. Olek karenanya hanya memilki pergaualan bukanlah jawaban yang baik dalam mengentas sebuah kegagalan. Lebih dari itu semua orang harus mampu membuat makna ketika menjalin sebuah pergaulan.
Sebuah pergaulan itu lahir karena ada fenomena-fenomena berikut:
  • Suka atau tidak suka, tetap ada orang lain disekitar kita
  • Orang itu saling mempengaruhi, maka tindakan mempengaruhi orang lain adalah ketrampilan yang harus dimiliki

Buku ini membuka hati beku kita yang selama ini sulit dipecahkan, yakni kebekuan dalam memahi Ego manusia.
Terdapat empat fakta kehidupan terkait ego yang harus, dicamkan.
  1. Kita semua egois dalam arti positif sebagaimana di paparkan di atas, " yaitu mementingkan diri'
  2. Kita lebih tertarik pada diri sendiri dari pada apapun lainnya
  3. Setiap orang yang Anda jumpai ingin merasa dirinya penting dan "mempunyai nilai"
  4. Setiap orang sangat mengharapkan persetujuan dari orang lain. sehingga dia bis diri sendiri
maaf belum dilanjutkan

Sunday, September 14, 2008

MEMBANGUN KEPRIBADIAN MAHASISWA YANG MAGNETIS

Kunci sukses dalam membina mahasiswa, membangun hubungan antar mahasiswa dalam sebuah interaksi diarahkan pada tingkat perhatian kita kepada karakteristik individu mahasiswa. Karekater inlah yang biasanya dimanfaatkan dalam mengelola persoalan-persoalan yang mungkin tuimbul dalam lingkup unit kegiatan[UKM]—Unit Kegiatan Mahasiswa, mulai dari persoalan yang amat sumir hingga persoalan yang amat rumit.
Kenyataan inilah yang harus diupayakan suatu bentuk startegi agar didalam interaksi organisasi dapat dicapai dengan sempurna. Guna mencapai tujuan, maka diperlukan strategi dalam bentuk perilaku keteladanan, yang biasanya dikatkan dengan bentuk kepribadian yang simpatik, dan acapkali disebut dengan kepribadian yang magnetis .


STRATEGI AIDDAS

ATTENTION/ PERHATIAN:
Startegi ini menekankan pada suatu wilayah afeksi yakni bagaimana seorang-orang memberikan atensinya terhadap orang lain. Bentuk sederhana ketika seorang-orang menghafal hari ulang tahun temanya .
Atensi diberikan ketika kondisi yang ekstrem, misalnya pada saat yang bahagia atau pada saat yang kurang menyenangkan.
Adapun bentuk atensi dapat berupa verbal atau kata-kata, atau hadiah. Atensi juga dapat diwujudkan dalam penguatan [reinforcement] ketika seorang-orang melakukan perbuatan terpuji.

INTERST:
Minat seorang mahasiswa yang diketahui sejak dini akan mudah dikembangkan dan diarahkan, sehingga potensi yang dimiliki akan dapat dilipatgandakan, yang pada akhirnya dapat dijadikan alat pemicu keberhasilan.
Dengan mengetahui minat dapat dijadikan titik tolak organisasi melakukan penyesuaian ketika melakukan penempatan [replacement], atau memberikan peran terhadap seorang-orang

DESIRE /HASRAT:
Sebagai anggota organisasi akan lebih senang manakala setiap ide atau gagasannya mampu mewarnai organisasi. Disamping memperoleh kebanggaan diri anggota organisasi merasa bahwa hasratnya dapat terwadahi.
Hasrat seorang anggota organisasi yang terperhatikan akan sukarela memberikan pengabdian terbaiknya, karena merasakan bahwa tujuan organisasi seirama dengan hasrat yang dimilikinya.

DECISION/PENGAMBILAN KEPUTUSAN:
Sebuah keputusan yang dimbil harus didukung oleh segenap informasi yang lengkap dan akurat. Oleh karenanya keputusan yang diambil harus melibatkan seluruh anggota organisasi .
Semakin lengkap dan akurat sebuah informasi yang diberikan, maka sebuah keputusan semakin mendekati kepastian, dan sebaliknya bila informasi yang diberikan kurang lengkap dan kurang akurat [invalid], maka ekeputusan justrau akan menghasilkan konflik.

ACTION/KERJA NYATA:
Sebuah keteladanan adalah contoh nyata yang mampu menggerakkan semangat para anngota keluarga. Keadaan ini harus disadari bahwa dalam manajemen sumber daya keluaraga keteladanan adalah modal utama daya penggerak keluarga.

SATISFACTION/KEPUASAN:
Dalam interaksi tidak pernah lepas dari persoalan konflik, karena konflik tumbuh dan berkembang dalam organisasi. Sepctrum perkembangannya seirama dengan perkembangan organisasi. Konflik inilah yang perlu dikendalikan, karena tujuan akhir pengendalian konflik adalah terciptanya sebuah kepuasan.
Kepuasan dalam organisasi selalu diawali dengan keinginan menghilangkan hambatan interaksi, sehingga nir penghambat [zero defect/ nir kecacatan, zero complain/ nir keluhan, dan zero accident/ nor kecelakaan.

Saturday, September 13, 2008

60 CARA PENGEMBANGAN DIRI


Ketika kita harus bergelut dengan cara pengembangan diri, maka banyak resep yang harus dipahami. Inilah sebuah persoalan ketika kita dalam ruang keterbatasan, namun jika mau mengembangkan kemapuan menggaruk informasi, semua yang kita lihat adalah sebuah solusi.
“Cargo” mencoba mengambil pokok-pokok pikiran Martha Mary McGraw, yang dituangkan lewat bukunya.
Data buku:
JUDUL: 60 Cara Pengembangan Diri
PENERBIT: Kanisius. Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281. Kotak Pos 1125/Yk. Yogyakarta 55011. Telepon [0274] 588783.
Website : http://www.kanisiusmedia.com/ E-mail : office@kanisiusmedia.com
ISBN: 979-413-217-9
CETAKAN: 21—2008
[buku ini merupakan terjemahan, 60 Ways to Let Yourself Graw, Liguori Publication. Ligouri, Missouri 63057, 1984, pp64]
Buku ini lebih sebagai gagasan inspiratif, ketika kita ingin mengembangkan diri, selanjutnya apa yang harus kita lakukan?, Langkah inilah yang harus anda lakukan:
  • Menjadi diri sendiri yang Khas
  • Menulis scenario hidup sendiri
  • Berkembang terus
  • Menjadi menarik
  • Berbicara
  • Jangan tidur asal tidur
  • Terjun dalam akancah kehidupan
  • Bertanya pada diri kita sendiri
  • Memberi dan menerima dengan gembira
  • Memberi bingkisan langka
  • Bersahabat
  • Menulis surat
  • MEndukung orang lain…..[pokoknya masih banyak lagi]