CARI DI SINI !

Google

Friday, March 16, 2018

Leadership Topping Model

Sebuah Gagasan : Leadership Topping Model ( Kepemimpinan Model “topping” )
Oleh Djoko Adi Walujo
Lho kok ada  leadership topping model, ini terminologi apa teori? Tentu bukan dua duanya, lalu apa? Dan dikategorikan sebagai apa? Saya sendiri juga nggak mengerti masuk di ZONE mana alias bingung tanpa minta tolong. Diberbagai literatur juga tidak muncul, apalagi di mesin pencari yang top markotop seperti Google juga tidak dapat ditemui. 
Ternyata kata jujur saya mengatakan Bahwa “leadership topping model hanyalah sebuah imajinasi yang kemudian saya gunakan untuk menghiasi pola kepemimpinan ketika dapat arisan menjadi seorang rektor. Jadi rektor kok arisan? Apa ini juga teori? Jawab ya bukan, tapi merasa ketika terpilih jadi rektor saya anggap beruntung seperti dapat arisan, karena kecakapan leadership dan manegerial saya pas pasan, disamping itu juga kurang kekinian, oleh karenanya dalam bergerak dan menggerakkan roda organisasi saya kadang bermain tonil seperti kesenian ludruk, kadang juga improvisasi gaya jazz Michael Frank atau Selena Jones. Improvisasi dan sentuhan imaginasi yang kerap saya lakukan, ternyata dapat recognasi, bahkan menjadi resep baru dalam berorganisasi. Kalau boleh sombong sedikit kepemimpinan ini adalah gaya saya, atau saya ingin menjadi diri saya sebagai rektor dengan "TOPPING MODEL"

Leadersip Topping Model
Topping  model itu hanyalah sebuah model yang menghiasi sesuatu yang semula  nampak kurang cantik agar cantik, mengolah  yang sudah cantik akan lebih cantik dan dilirik. Orang mengatakan eye catching dari yang amat sangat sederhana berbuah menjadi very attractive. Lalu apa yang dilakukan ketika sedang merektor, ya hanyalah bermain topping, yang senang keju diberi keju, yang suka coklat dikasih coklat, yang fanatik strowberry diberi strowbery, tinggal masalah coloring ikut menyesuaikan. Kendati tidak pernah ditulis dalam journal, apa lagi yang berindeks Thompson atau Scopus, mengaplikasikan ke dalam pola kepemimpinan atau lainnya juga tidak salah salah amat. 
Terus terang kata jujurnya berawal  dari hal sederhana, hanyalah sebuah imaginasi yang ketika itu timbul setelah melihat pisang goreng tradisional lalu seperti disulap tiba tiba menyandi luar biasa, padahal hanya diberi sisiran keju, atau coklat di atasnya. Orang banyak mengatakan diberi “topping”. Walhasil sang pisang goreng menjadi viral dan menjadi pusat pembicaraan yang berpangkat eksponensial. Pisang goreng sudah cantik, pembeli menyemut kadang juga harus ikhlas tidak kebagian. 

Pola Leadership topping model selaras dengan buah pikir Kaizen.
Kaizen sesungguhnya adalah istilah dari Jepang, maknanya adalah perbaikan secara berkesinambungan. Secara filosofis Kaizen mengatakan capaian sebuah sukses adalah total dari perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Jadi saat ini sejatinya saya sebagai rektor sedang menjalankan perbaikan secara terus menerus dari capaian yang dikaryakan dan dikerjakan former rektor.
Kini saya sedang memberikan “topping”,  dari pekerjaan masa lalu hingga menjadi dan lebih sempurna. 

Monday, November 25, 2013

SLIDE TECHNOPREUNERSHIP - DJOKO AW

   http://www.ziddu.com/download/23353374/Technopreneurship-djokoaw.ppt.html
Jika anda ingin mengetahui slide yang terkait dengan Technopreneurship yang pernah di sajikan di Universitas Negeri Surabaya, silakan klik kambar atau : http://www.ziddu.com/download/23353374/Technopreneurship-djokoaw.ppt.html

Tuesday, August 13, 2013

5 MANTRA SAKTI AGAR PERCAYA DIRI

Cargo Bina Mahasiswa mencoba untuk menghadirkan Eko Sugianto untuk mengiurkan buah pikirnya terkait membangun percaya diri. Kebiasan Eko memang memompa semangat dengan pikirannya yang "cespleng" alias mujarab bin manjur. Kini dia berkreasi dengan menjulurkan ide membangun percaya diri dengan 5 Mantra sakti. Nampaknya ada syarat agar percaya diri yang dibentangkan di sampul belakang buku ini, yang selengakapnya berbunyi sebagai berikut,
,..........................Kamu termasuk orang yang percaya diri? Tunggu dulu. Jangan mengaku sebagai orang yang percaya diri jika ketika berada di antara sekumpulan orang kamu masih:
  • Merasa kelihatan bodoh
  • Merasa setiap orang melihat ke arahmu
  • Merawa wajah merah padam dan terasa panas
  • Merasa gagap saat berbicara
  • Merasa tidak dapat berbicara dengan menarik dan lucu
  • Merasa ingin selalu mengakhiri kontak mata
  • Merasa sungkan kepada orang yang belum dikenal
  • Merasa tanganmu berkeringat
  • Merasa bibir terasa kering
  • Merasa bahwa tidak ada orang menyukaimu
Lalu apa saja buku ini ?

MANTRA 1:
Malu adalah Masa Lalu Bagiku (di halaman 7)
MANTRA2:
Aku adalah Pribadi yang Unik (di halaman 18)
MANTRA 3:
Aku Tahu Hal Itu (di halaman 25)
MANTRA 4:
Berkenalan adalah Hal yang Menyenangkan (di halaman 28)
MANTRA 5:
Presentasi itu Mudah (di halaman 96)

DATA BUKU
JUDUL:  5 Mantra Sakti agar Percaya Diri
PENULIS : Eko Sugiarto
PENERBIT: Khitah Publishing. Jalan Godean 15 Yogyakarta 55563
ISBN: 978-602 -8627-7-5
HALAMAN : 13 x 19 Cm ; 116 halaman
 
 




Friday, October 19, 2012

MENUMPAS KEKERASAN PELAJAR DAN MAHASISWA

Bak drama yang tak terputus, dari episode ke episode. Saat ini bangsa kita disungguhi sajian yang memilukan. Jakarta Ibu Kota negara dijadikan tempat pertunjukkan, hampi tiada hari yang tak terjadi. Tawuran hadir tanpa henti. Dan pantas dijuluki dengan "tagline"  TIADA HARI TANPA TAWURAN". Nun jauh disana MAKASAR yang dulu disebut dengan UJUNG PANDANG, juga langganan tawuran, antar mahasiswa, antar jurusan, antara fakultas, bahkan antar kampus.
Orang tua tentu was-was, takut kegiatan berlanjut. Ada yang mencurigai, bahwa kejadian ini by design, di skenario, agar pewaris bangsa ini tidak rukun. Memang sebuah kata kunci. Menghancurkan Indonesia itu tanpa Nuklir yang berdaya ledak tinggi, namun cukup dengan menumbuhkan benih perpecahan antara generasi muda.
Nuklir tentu mahal, namun virus pecah belah membuat bangsa porak poranda adalah "murah meriah".
Buku ini bisa diacu, menggabarkan tentang sumber kekerasan bisa muncul karena perpeloncoan.

Saturday, September 22, 2012

Wednesday, September 19, 2012

WAWASAN PRESTATIF



BERWAWASAN PRESTATIF
Oleh : Djoko Adi Walujo.
OPSPEK MAHASISWA BARU UNIVERSITAS PGRI ADIBUANA SURABAYA
Kampus Pagi-Bunga Matahari Bersemi.

Pengantar:

                 Sungguh celaka jika hingga saat ini kita masih mengedepankan intuisi dalam bertindak, karena perkembangan teknologi yang begitu deras memungkinkan kita dalam bertindak selalu mensinergikan wawasan dari segenap dimensional. Merangkai pemikiran rasional dan dironce dengan realitas sosial adalah jawaban atas kemajuan teknologi yang kita rasakan saat ini.
               Dikaitkan dengan kemajuan teknologi yang kehadirannya selalu dibarengi dengan pola pikir dan pola laku efektif dan efisien, serta manifestasinya selalu menyeret hadirnya pola sikap manusia yang cenderung bersaing dan bertanding dan meninggalkan bersanding. Keadaan ini mengondisi setiap manusia secara terus menerus memperbaiki citra dirinya agar dapat eksis di kondisi ini.
              Menjaga eksistensi diri sama halnya menjaga pola pikir dan pola tindaknya yang sewaktu-waktu seirama dengan tuntutan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan akar budaya. Untuk mencapai hal ini, maka sangat bijak jika manusia itu selalu on the track pada wawasan prestatif. Karena wawasan prestatif akan memproduk manusia-manusia profesional dengan daya juang tinggi, tanpa harus meniadakan lainnya.

Makalah lengkap silakan KLIK

TOLAK UKUR KEBERHASILAN KEGIATAN-LKMM TK DASAR


TOLAK UKUR KEBERHASILAN REKA KEGIATAN
Disampaikan pada acara LKMM
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia
Oleh
DJOKO ADI WALUJO

PENGANTAR:
             Setiap organisasi yang menjalankan suatu kegiatan selalu mengharakan mencapai keberhasilan dan setidaknya diupayakan agar nir resiko. Untuk mencapai hal tersebut harus dibuat perencanaan yang matang, karena tanpa rencana ibarat orang berkelana tanpa arah dan tanpa bekal kompas dan peta.
            Keberhasilan dicapai jika dimulai dari perencanaan yang matang kemudian ditindak lanjuti dengan pengendalian (control) dan pada akhirnya dilakukan evaluasi atas tindakan. Sukse akan dicapai dengan kendali yang dikonfirmasikan dengan tolok ukur keberhasilan.
            Tolak ukur keberhasilan dicapai jika diwali dengan perumusan tujuan yang bagus.