CARI DI SINI !

Google

Tuesday, July 15, 2008

PEMBINA MAHASISWA ITU “COCA-COLA”


Coca-Cola memang nama merk soft drink, namun punya makna lain sebagai akronim yang dijadikan untuk mencandra popularitas seorang kandidat Walikota di Jerman. Kata itu diambil dari sebuah buku dengan judul “Memenangkan Pemilu ! [Petunjuk Praktis bagi Kandidat”, karya Dr. Rainer Adam-Penerbit : Friedrich Naumann Stiftung.

Cargo bermaksud untuk mencandra Pembina Mahasiswa.
COCA COLA:
Sebuah terminology baru, karena coca-cola selama ini identik dengan sebuah minuman bersoda asal negeri Paman Sam, ternyata di Jerman digunakan sebagai kriterium dari seorang-orang yang maju sebagai kandidat.
Kalau dicermati dan sedikit di renungkan, maka Pembina mahasiswa harus juga termasuk dalam pusaran ini. Seorang Pembina Mahasiswa harus COCA-COLA.
CO, dari “Competence” atau kompeten, artinya seorang pembina harus memiliki pengalaman yang pas, mempuntai kualitas kepemimpinan dan kemampuan melaksanakan rencana dengan seksama , efektif dan efisien.
CA, dari “Charisma” atau karisma, seorang Pembina Mahasiswa sebaiknya memiliki kepribadian yang mampu menggerakkan orang.
CO, dari “Communication” atau komunikasi, seorang Pembina Mahasiswa harus memiliki kemampuan komunikasi dengan orang-orang dari berbagai spectrum/lapisan. Seorang Pembina Mahasiswa harus mampu menjembatani serta mempertemukan perbedaan-perbedaan pendapat. Trampil berbicara didepan public, menguasai bahasa tubuh [gesture] dan seni ekspresi.
LA, dari “LANDSCAPE” atau “wawasan”, seorang pembinan mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas terutama yang berkaitan dengan dunia mahasiswa/dunia generasi muda.

[Cargo sama sekali tidak menganjurkan minum coca-cola, kalau terlanjur minum hendaknya harus dibayar dulu, dan jang sekali-kali menelan botolnya. Cargo hanya mengajurkan mengapa anda hanya menjadi Pembina mahasiswa, jika peluang menjadi walikota terbuka dan ada]


2 comments:

Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes. said...

pada bagia communication perlu ditambahkan DIALOGIS, agar para mahasiswa memiliki kemamupan untuk mengeluarkan apresiasi yang ada dalam benak rasionya.
Trims salut buat KAK DJOKO AW

Djoko Adi walujo [Pemerhati Buku] said...

TERIMA KASIH PAK DOKTOR YANG GANTENG!