CARI DI SINI !

Google

Tuesday, March 25, 2008

KREATIVITAS

Disampaikan pada “Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa”
Univesitas PGRI Adi Buana Surabaya
Oleh
Djoko Adi Walujo

KREATIVITAS
PENGANTAR

Sering kita membicarakan masalah kreativitas, namun ketika harus dipaksa untuk mendefinisikan ternyata tidak dijumpai definisi yang memuaskan. Sering orang memaksakan sebuah definisi yang akhirnya cenderung mengaburkan makna kreativitas itu sendiri. Seperti halnya yang saat ini saya tulis, untuk menghindari dari kekaburan makna tersebut, maka tulisan ini hanya menampilkan indikator dari sebuah kreativitas. Tulisan ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran David Campbell, Phd, dalam bukunya yang berjudul “take the road to creativity and got off your dead “ dan dilakukan tambal sulam dengan berbagai pustaka yang bergayut dengan masalah kretivitas.
Kreativitas selalu ditandai dengan tiga hal yang dapat dikatakan sebagai indikator,yakni :
Pertama kebaharuan [novelty], inovatif, orang sering mengatakan bahwa sesuatu yang belum ada dan yang mendahuluinya, juga dapat dikatakan sebuah kemampuan untuk menemukan hubungan-hubungan baru, atau meneropong suatu hal dari sudut pandang atau perspektif baru,aktual, menarik, unik, mengejutkan.
Kedua memiliki nilai manfaat [useful], nilai kemudahan [easy use] lebih enak, sangat praktis, memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik, atau lebih banyak.
Ketiga dapat dimegerti [understandable], memberikan wahana baru namun setiap orang dapat menikmati kehadirannya.

KAPAN SEBUAH KREATIVITAS HADIR

Sebuah kreativitas akan hadir pada dimensi ruang yang diselimuti oleh suasana yang khusus, yakni suasana yang melahirkan :
Desakan untuk maju:
Arus kuat dalam wujud desakan untuk maju secara terus menerus tiada henti, sehingga keadaan ini membuat orang berbuat apa saja.


  1. Pengalaman adalah bahan bakar pemicu ide:
    Pengalaman yang dialami sendiri merupakan bahan bakar yang terkaya, karena pengalaman ini cenderung selalu tersimpan pada long term memory dan akan muncul/retensi pada saat diperlukan. Pengalaman akan menghidupkan imaginasi kita. Membaca, mendengarkan tidak sehebat pengalaman langsung
  2. Hobi dan kesenian dapat membangkitkan kreativitas;
    Kebanyakan dari hobi kita ini berkaitan dengan bagaimana mendapatkanya, bukan bagaimana menciptakannya. Hobi mengumpulakan atau koleksi adalah tahap awal dalam merangsang imaginasi. Kemudian bidang seni juga memberikan peluang besar untuk pengembangan kreativitas. Dalam seni musik, rupa, tari dan teater imajinasi sangat diperlukan.
  3. Jalan buntu :
    Bila seorang-orang dihadapkan pada sitausi yang mencekam, terjepit oleh masalah yang berat “kepepet” akan mengantarkan orang berbuat sesuatu, “berbuat sesuatu” itu, adalah wujud dari sebuah kraetivitas. Karena situasi ini secara langsung memiliki daya pemicu
  4. Bacaan penyubur kreativitas
    Bacaan memberikan makanan imajinasi, utamanya buku-buku fiksi, menurut Henry Emerson Fosdick bacaan yang paling bermanfaat adalah bibiliografi karena didalamnya selalu memuat riwayat sepintas tokoh pencetus ide, yang memberikan kemungkinan mengatrol semangat untuk menjadi pencetus ide

TAHAP-TAHAP KREATIVITAS


  1. Persiapan [preparation]
  2. Konsentrasi [concentration]
  3. Inkubasi [incubation]
  4. Iluminasi [illumination]
  5. Verifikasi [verification]

Persiapan :
Meletakkan kerangka dasar dengan mempelajari latar belakang sebuah masalah, seluk-beluk dan problematik. Terdapat kata-kata bijak yang mengatakan bahwa sebuah kreativitas lahir disebabkan oleh “minat”. Tidak adah hal besar yang dapat tercipta , bial tidak ada “entusiasme”. Untuk menciptakan yang besar kita harus memiliki mimpi yang indah “vision”, sebuah mimpi akan menjadikan bintang pengarah menuju pulau kreativitas.

Konsentrasi :

Memikirkan secara penuh utuh menyeluruh, masalah-masalah yang dihadapi sebuah keniscayaan. Seorang-orang yang larut dalam satu masalah tertentu akan memiliki detil-detil pencermatan sehingga segenap

Inkubasi :
Memposisikan diri untuk meninggalkan beberapa masalah sejenak untuk melepaskan kejenuhan, karena kejenuhan juga merupakan faktor prnghambat proses kreativitas.
Keadaan inilah yang kemungkinan besar akan menstimuli sebuah imaginasi yang penuh kebaharuan

Iluminasi:
Sebuah tahapan yang mapan dalam proses kreatif, karena beberapa masalah telah gamblang . Ide gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru telah tertata. Keadaan inilah yang kadang dapat dijadikan modal dasar untuk melangkah pada kreasi kreasi lanjut. Bahkan beberapa fenemona yang telah ada menunjukkan bahwa proses kreatif sering terlahir dari orang-orang yang sama, bagaikan lompat dari batu yang satu ke batu lainnya.

Verifikasi/produksi
Tahapan verifikasi atau produksi sering dimakana “finishing goods” produk akhir dari proses kreatif. Tahapan ini yang meberikan tanda dari serangkaian proses kratif, namun demikian keadaan ini sangat tergantung dari seorang-seorang yang menjalankannya. Dan titik kepuasan tertinggi merupakan terminal akhir dari perjalanan proses krreatif seorang orang.

CIRI-CIRI UTAMA

  • Kelincahan mental [mental agility]
  • Berfikir ke segala arah [divergent thinking]
  • Flesibilitas konseptual [conceptual flexibility]
  • Originalitas [originally]
  • Lebih kearah kompleksitas daripada simplisitas
  • Latar belakang yang merasang [stimulating background]
  • Kecakapan ganda [ multiple skills]

CIRI-CIRI PENDAMPING

  1. Kemampuan kerja keras [capacity for hard work]
  2. Berpikir mandiri [independent judgement]
  3. Tidak putus asa [ resilience]
  4. Mampu berkomunikasi [good communicators]
  5. Lebih tertarik pada konsep daripada masalah masdalah yang sumir [interested more in concepts than in details]
  6. Keinginan tahu [ intellectual curiosity]
  7. Adanya rasa humor dan fantasi [ sense of humor and fantasy]
  8. Mencari unsure yanbg menarik [interesting]
  9. Arah hidup yang jelas [sense of density/sense of mission]

SITUASI YANG KONDUSIF MELAHIRKAN KREATIVITAS

  1. Kejujuran [honesty]
  2. Penghargaan pada mutu [appreciation of quality]
  3. Keinginan tahu [intellectual curiosity]
  4. Ambisi yangh sehat [healthy ambition]

Kejujuran :
Inti dari sebuah kreativitas jika sebuah kejujuran dijunjung tinggi, karena kreativitas memerlukan dukungan ini. Alasan yang mendasar karena ada kecenderungan orang dengan mudah meniru dan menggandakan. Originalitas hatrus di proteksi.

Penghargaan pada mutu:
Penghargaan pada mutu adalah ladang subur tumbuh kembangnya kreativitas, tanpa adanya penghargaan mutu orang cenderung menarik diri untuk berjalan pada kondisi normal, tanpa melakukan lompatan-lompatan ke depan.
Imaginasi akan berkembang pada koridor ini, sehingga orang tidak akan melakukan


Keinginan tahu:
Seorang-orang yang kreatif mempunyai keinginan tahu yang tidak habis-habisnya, ibarat pantai pantang surut airnya. Keinginan tahu selalu jadi pintu gerbang bagi orang berbuat yang menggoncang dunia.

Ambisi yang sehat.
Tidak hanya sekedar ingin tapi sudah bagian dari hidup seorang yang memiliki ambisi sehat, yang secara terus menerus menambah deretan keinginan. Ambisi sehat bagaikan air bah yang sulit untuk dibendung .

RUJUKAN YANG DIGUNAKAN

  • Charles Panati [1988]. Breakthroughs
  • David Champbell [1965]. Take the road to creativity get your dead end, Argus Communications, 7440 Natchez Avenue, Niles, Illinois 60648, USA
  • Maswan dan Sulaiman Sahlan[1989]. Mengungkap tabir“ Imajinasi dan Ide Manusia” Penerbit Sinar Baru Bandung.

No comments: